Desain interior adalah Ilmu yang mempelajari perancangan suatu karya seni yang ada di dalam suatu bangunan dan digunakan untuk memecahkan masalah manusia. Salah satu bidang study keilmuan yang didaarkan pada ilmu desain, bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menciptakan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya, baik fisik maupun nonfisik. Sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik. Perancangan interior meliputi bidang arsitektur yang melingkupi bagian dalam suatu bangunan. Contoh : Perancangan interior tetap, bergerak, maupun decoratif yang bersifat sementara.
Kapal sebagai alat transportasi laut yang banyak dipakai untuk berbagai keperluan secara umum dapat diklasifikasikan menjadi.
- Kapal menurut bahannya
- Kapal berdasarkan alat penggeraknya
- Kapal berdasarkan mesin penggerak utamanya
- Kapal berdasarkan fungsi dan kegunaanya
- Kapal Menurut Bahannya
Bahan untuk membuat kapal bermacam-macam tergantung dari tujuan serta maksud pembuatan kapal. Dalam pemilihan bahan yang akan dipakai dalam pembuatan badan kapal tentunya dicari jenis bahan yang paling ekonomis sesuai dengan keperluannya. Jenis bahan yang dapat dipakai dalam pembuatan kapal diantaranya adalah:
- Kayu
- Fiberglass
- Ferro cement
- Baja
Sehingga kapal menurut bahannya dapat kelompokkan menjadi:
- Kapal Kayu
Kapal kayu adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari kayu. Kapal kayu banyak dijumpai di kawasan nelayan tradisional sebagai kapal penangkap ikan. Kayu yang dipakai harus memenuhi standar kelas awet dan kekuatanya yang telah diatur oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Demikian juga proses pembuatan kapal kayu dan perawatan harus memenuhi standar dari BKI. Syarat kayu untuk konstruksi sebuah kapal adalah :
- Kualitas yang baik
- Tidak ada celah, atau pecah-pecah
- Tidak berlubang pada lingkaran tahun
- Harus tahan terhadap air, cuaca, jamur, serangga
- Tidak mudah lengkung
- Tidak mudah dimakan binatang laut
Gambar 2.1. Kapal kayu- Kapal Fiberglass
Kapal fiberglass adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari fiberglass. Merupakan bahan alternatif selain kayu memiliki sifat lebih kuat dari kayu, usia pakai yang lama > 30 th. Pembuatan kapal fiberglass mudah, konstruksi sederhana, kapal dapat dibuat seri dan lebih ringan dari kayu.Kapal fiberglass perawatan lebih sederhana, minim dan mudah, karena : - Tidak ada perembesan atau kebocoran
- Badan kapal menerus, tidak ada celah atau sambungan.
- Tidak ada penyusutan atau pemuaian seperti halnya kayu, jika terkena matahari atau air.
- Tahan dari serangan binatang laut seperti cacing bor.
- Tidak mengalami korosi seperti besi.
Kapal fiberglass biasa dipakai untuk kapal pesiar melihat badan kapal menerus, tidak ada celah atau sambungan sehingga tampilanya lebih menarik.Kelemahan kapal fiberglass antara lain:- Ketergantungan terhadap bahan impor dan kurs mata uang
- Moulding/ cetakan hanya bisa digunakan untuk 1 jenis kapal
- Harus ada teknisi yang ahli
- Bahaya kebakaran dan pengaruh buruk bahan kimia
- Dana investasi awal yang cukup besar
Gambar 2. 2. Kapal fiberglass- Kapal Ferrocement
Kapal ferrocement adalah kapal yang dibuat dari bahan semen yang diperkuat dengan baja sebagai tulang-tulangnya. Fungsi tulangan ini sangat menentukan karena tulangan ini yang akan menyanggah seluruh gaya-gaya yang bekerja pada kapal. Selain itu tulangan ini juga digunakan sebagai tempat perletakan campuran semen hingga menjadi satu kesatuan yang benar-benar homogen, artinya bersama-sama bisa menahan gaya yang dating dari segala arah.
Gambar 2. 3. Kapal ferrocement- Kapal Baja
Kapal Baja adalah kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari baja. Pada umumnya kapal baja selalu menggunakan sistem konstruksi las, sedangkan pada kapal-kapal sebelum perang dunia II masih digunakan
Gambar 2. 4. Kapal Bajakonstruksi keling. Kapal pertama yang menggunakan sistem konstruksi las adalah kapal Liberty, yang dipakai pada waktu perang dunia II masih banyak kelemahan-kelemahan pada sistim pengelasan, sehingga sering dijumpai keretakan-keretakan pada konstruksi kapalnya. Dengan adanya kemajuan-kemajuan dalam teknik pengelasan dan teknologi pembuatan kapal, kelemahan-kelemahan itu tidak dijumpai lagi. Keuntungan sistem las adalah bahwa pembuatan kapal menjadi lebih cepat jika dibandingkan dengan konstruksi keling. Disamping pada konstruksi las berat kapal secara keseluruhan menjadi lebih ringan.
- Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya
Secara mendasar alat gerak kapal dapat diklasifikasikan menjadi 2 (dua), yaitu: alat gerak kapal yang non-mekanik dan yang mekanik. Alat gerak kapal yang non-mekanik adalah Dayung dan Layar. Sedangkan alat gerak kapal yang mekanik adalah Paddle Wheels, Propeller, Waterjet Propulsion System.
Berdasarkan alat penggeraknya kapal diklasifikasikan menjadi:
- Kapal layar
- Kapal padle wheel
- Kapal dengan penggerak jet propultion
- Kapal dengan menggunakan alat penggerak propeller (Kapal Motor)
- Kapal layar motor
- Kapal Layar
Kapal dengan menggunakan alat penggerak layar disebut kapal layar. Kapal jenis ini kecepatan kapal tergantung pada adanya angin. Besar dan arah angin sangat berperan dalam mengendalikan kapal. Walaupun secara teori kita dapat mengubahnya dengan memutar layar, terkadang awak kapal sulit untuk mengendalikannya. Banyak kita jumpai pada kapal-kapal ekspedisi maupun kapal barang tetapi hanya terbatas pada kapal-kapal barang berukuran kecil saja.

Gambar 2. 5. Kapal Layar
2) Kapal dengan Menggunakan Alat Penggerak Padle Wheel
Seperti namanya, maka Paddle Wheels ini adalah suatu roda yang pada bagian diameter luarnya terdapat sejumlah bilah/sudu-sudu yang berfungsi untuk memperoleh momentum geraknya. Ada dua tipe bilah/sudu yang diterapkan pada propulsors jenis ini, antara lain : fixed blades dan adjustable blades. Pada fixed blades, sudu-sudu terikat secara mati pada bagian roda pedal tersebut. Sehingga hasil momentum gerak dari roda pedal tidaklah begitu optimal.
Sistim padle wheel, pada prinsipnya adalah gaya tahanan air yang menyebabkan atau menimbulkan gaya dorong kapal (seperti dayung). Padle wheel dipasang dikiri dan kanan kapal dan gerak putarnya dibantu oleh mesin. Umumnya digunakan di daerah yang mempunyai perairan yang tenang misalnya di danau, sungai sebagai kapal-kapal pesiar.

Gambar 2. 6. Kapal dengan menggunakan alat penggerak padle wheel
3) Kapal dengan Menggunakan Alat Penggerak Jet Propultion
Sistim ini pada prinsipnya adalah air diisap melalui saluran di muka lalu didorong ke belakang dengan pompa hingga menimbulkan impuls (jet air ke belakang). Sistim ini banyak kita jumpai pada kapal cepat.
Gambar 2.7. Kapal dengan menggunakan alat penggerak jet propultion
Air yang di semprotkan ke belakang dengan kecepatan yang tinggi. Gaya dorong (Thrust) yang dihasilkan merupakan hasil dari penambahan momentum yang diberikan ke air.
Sistem ini lebih disukai untuk suatu baling-baling konvensional. Sebab suatu baling-baling konvensional mengalami cavitation pada kecepatan sangat tinggi ( 45 knots), tetapi di dalam waterjet unit pompa mestinya tidak terjadi kavitasi. Sistem propulsiwaterjet memiliki kemampuan untuk meningkatkan olah-gerak kapal.
Sistem waterjet telah menjawab tentang kebutuhan akan aplikasi sistem propulsi untuk variasi dari small high speed crafts, meski sesungguhnya juga banyak kita jumpai aplikasi sistem propulsi ini pada kapal-kapal yang berukuran relatif besar.
Sistem waterjet telah menjawab tentang kebutuhan akan aplikasi sistem propulsi untuk variasi dari small high speed crafts, meski sesungguhnya juga banyak kita jumpai aplikasi sistem propulsi ini pada kapal-kapal yang berukuran relatif besar.
4) Kapal dengan Menggunakan Alat Penggerak Propeller (Baling-Baling).
Kapal bergerak karena berputarnya baling yang dipasang di belakang badan kapal sehingga menimbulkan daya dorong. Alat penggerak inilah yang pada umumnya digunakan pada saat sekarang.

Gambar 2. 8. Propeller untuk kapal-kapal kecil

Gambar 2. 9 Propeller untuk kapal besar
- Kapal Layar Motor (KLM)
Merupakan kombinasi antara alat penggerak layar dan baling-baling, kedua alat penggerak ini dapat difungsikan baik secara bersamaan maupun bergantian. Ketika cuaca atau angin bagus untuk layar maka di pakailah layar sebagai alat penggerak. Hal ini juga dapat menekan kebutuhan bahan bakar, sehingga jarak jelajahnya lebih jauh dan lebih lama bertahan dilaut.

Gambar 2.10. Kapal Layar Motor (KLM)
- Kapal Berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya
Beberapa faktor ekonomis dan faktor-faktor design akan menentukan mesin macam apa yang cocok untuk dipasang pada suatu kelas tertentu dari sebuah kapal. Di dalam sejarah perkembangan motor penggerak kapal terdapat beberapa tipe yang mendominasi hingga kurun waktu tertentu, adalah sebagai berikut :
- Mesin uap torak (Steam reciprocating engine)
- Turbine uap (Steam turbine)
- Turbine Electric Drive.
- Motor pembakaran dalam (internal combustion engine).
- Gas turbine.
- Nuclear Engine
1) Mesin Uap Torak (Steam Reciprocating Engine)
Biasanya yang dipakai adalah triple expansion engine (bersilinder tiga) atau double Compound engine. Mesin uap torak (Steam reciprocating engine) mendominasi duniaship propulsion (system penggerak kapal) hingga sekitar tahun 1910-an. Keunggulannya adalah terletak pada pengaturan beban, khususnya untuk arahreversed (arah mundur) yang mana Reciprocating Steam Engine memberikan kemudahan serta lebih efisien pada range kecepatan rotasi tertentu agar matchdengan kinerja screw propeller.
Kelemahannya Reciprocating Steam Engine adalah pada instalasinya yang relatif berat, kebutuhan space yang besar, output power per cylinder-nya masih sangat terbatas. Selain itu, Steam tidak dapat bekerja secara efektif pada tekanan relatif rendah. Serta kebutuhan fuel consumption yang tinggi, sebagai gambaran bahwa untuk triple-expansion engine maka memerlukan superheated steam yang mengkonsumsi bahan bakar (oil) hingga ± 0.70 kg per kWh.
Keuntungan Mesin uap torak
| Kerugiannya Mesin uap torak |
|
konstruksinya berat dan memakan banyak tempat serta pemakaian bahan bakar besar.
|
<
p style=”text-align:justify;margin-left:18pt;”>
2) Turbine uap (Steam turbine)
Marine (Steam) Turbines; yang pertama diinstal oleh Sir Charles Parsons ke kapalTurbinia pada tahun 1894, dengan kecepatan mencapai 34 knots. Kemudian turbinesmengalami kemajuan pesat hingga pada tahun 1906, yang mana diaplikasikan sebagai tenaga penggerak untuk kapal perang HMS. Dreadnought dan kapal Atlantic Liner – Mauretania. Kebutuhan bahan baker (fuel consumption) secara rata-rata untuk suatu Large Turbine adalah 0.30 kg per kWh. Namun demikian, keunggulan segi ekonomis tersebut mengalami suatu tantangan dari sisi Non-reversible dan Rotational Speed, yang mana memerlukan pertimbangan teknis lebih lanjut. Untuk kepentinganreverse diperlukan adanya reversing turbines yang secara terpisah diinstal ke sistem. Sementara itu untuk mengatasi rotational speed-nya yang relatif tinggi, maka diperlukan adanya mechanical geared untuk menurunkan putaran output turbineskhususnya untuk alat gerak kapal berjenis screw propeller, sehingga hal itu menyebabkan terjadinya power loss berkisar 2 hingga 4 persen.
Penurunan putaran turbines (rpm) ke propeller shaft (poros propeller), dapat juga diatasi dengan merancang electric driven, yaitu dengan meng-couple secara langsung antara turbine dengan generator yang mana keduanya sama-sama memiliki operasional yang lebih efisien bila dalam kondisi putaran tinggi.
Tenaga yang dihasilkan oleh mesin semacam ini sangat rata dan uniform dan pemakaian uap sangat efisien baik pada tekanan tinggi ataupun rendah.
Kejelekannya yang utama adalah tidak dapat berputar balik atau nonreversiblesehingga diperlukan reversing turbine yang tersendiri khusus untuk keperluan tersebut. Juga putarannya sangat tinggi sehingga, reduction propeller gear, sangat diperlukan untuk membuat perputaran propeller jangan terlalu tinggi.
Vibration/getaran
sangat kecil dan pemakaian bahan bakar kecil kalau dibandingkan dengan mesin uap torak. Mesin semacam ini dapat dibuat bertenaga sangat besar, oleh karena itu digunakan untuk kapal yang membutuhkan tenaga besar |
3) Turbine Electric Drive.
Beberapa kapal yang modern memakai sistem dimana suatu turbin memutarkan sebuah elektrik generator, sedangkan propeller digerakkan oleh suatu motor yang terpisah tempatnya dengan mempergunakan aliran listrik dari generator tadi. Disinireversing turbine yang tersendiri dapat dihapuskan dengan memakai sistim ini sangat mudah operasi mesin-mesinnya.
Turbo electric Drive juga memberikan keuntungan terhadap pengurangan untukreversed gear mechanism serta fleksibilitas dalam operasinya. Namun demikian,power loss akibat transmisi tenaga serta investment perlu dipertimbangkan.
4) Motor Pembakaran Dalam (Internal Combustion Engine).
Mesin yang paling banyak dipakai adalah motor bensin untuk tenaga kecil (motor tempel atau out board motor). Sedangkan tenaga yang lebih besar dipakai mesin diesel yang dibuat dalam suatu unit yang besar untuk kapal-kapal yang berkecepatan rendah dan sedang. Keuntungannya dapat langsung diputar balik dan dapat dipakai dengan cara kombinasi dengan beberapa unit kecil. Untuk tenaga yang sama, jika dibandingkan dengan mesin uap akan lebih kecil ukurannya. Dengan adanya kemajuan dalam pemakaian turbo charger untuk supercharging maka beratnyapun dapat diperkecil dan penghasilan tenaga dapat dilipatgandakan.
Internal Combustion Engines yang digunakan dalam propulsi kapal, pada umumnya adalah Reciprocating engines yang beroperasi dengan prinsip-prinsip diesel (compression ignation) yang mana kemudian dikenal dengan nama Diesel Engines. Berbagai ukuran untuk Diesel Engines ini kemudian dibuat, mulai dari kebutuhan untukpleasure boats hingga ke modern supertankers dan passenger liners. Engine ini dapat dikembangkan hingga memberikan lebih dari 2500 kW per cylinder, maka output power bisa mencapai 30,000 kW untuk 12 cylinders (40,200 HP). Torsi yang diproduksi oleh Diesel Engine, adalah dibatasi oleh maximum pressure dari masing-masing silinder-nya. Sehingga, ketika engine memproduksi maximum torque, maka artinya,maximum power hanya dapat dicapai pada kondisi maximum RPM. Diesel Enginesecara konsekuensi, mungkin memproduksi power sedemikian hingga proporsional dengan RPM untuk masing-masing throttle setting-nya. Pembatasan ini kemudian menyebabkan masalah tersendiri didalam melakukan matching antara Diesel Enginedan Propeller
5) Gas Turbine.
Prinsipnya adalah suatu penggerak yang mempergunakan udara yang dimampatkan (dikompresikan) dan dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar yang disemprotkan dan kemudian setelah terjadi peledakan udara yang terbakar akan berkembang. Kemudian campuran gas yang dihasilkan itu yang dipakai untuk memutar turbine. Gas yang telah terpakai memutar turbine itu sebelum dibuang masih dapat dipakai untuk “heat exchangers” sehingga pemakaiannya dapat seefektif mungkin. Type mesin ini yang sebetulnya adalah kombinasi dari “Free Piston Gas Fier” dan gas turbine belum banyak dipakai oleh kapal-kapal dagang. Gas Turbine; juga telah dikembangkan dalam dunia ship propulsion. Bahan bakar (fuel) dibakar melalui proses udara yang dikompresikan, dan gas panas hasil pembakaran tersebut digunakan untuk memutar turbine. Gas turbine umumnya diaplikasikan pada dunia kedirgantaraan, dan perkembangannya sangat tergantung pada teknologi metal yang mampu menahan terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi. Keunggulan dari gas turbine ini terletak pada ukuran dan kapasitas power yang dihasilkan dibandingkan dengan tenaga penggerak lainnya. Selain itu, kesiapannya untuk beroperasi pada kondisi fullload sangat cepat, yaitu berkisar 15 menit untuk warming-up period. Marine Gas Turbine sangat jarang dijumpai pada kapal-kapal niaga, hal ini disebabkan karena operasi dan investasinya yang relatif mahal. Sehingga paling banyak dijumpai pada kapal-kapal perang jenis, frigates; destroyers; patrol crafts; dsb. Instalasinya pun kadang merupakan kombinasi dengan tipe permesinan yang lainnya, yakni : Diesel engines.
6). Nuclear Engine
Bentuk Propulsi ini hanya dipakai pada kapal-kapal besar non komersil seperti kapal induk, kapal perang sehingga kapal yang memakainya masih terbatas.
Gambar 2.11. Mesin Kapal
- Kapal Berdasarkan Fungsi dan Kegunaanya
Kapal-kapal akan disebut sesuai dengan barang atau muatan pokok yang akan dibawa kapal itu. Dapat juga disebut berdasarkan fungsi/ kegunaan kapal tersebut. Seperti dinamai kapal perang karena digunakan dalam kegiatan untuk perang.
- Kapal Barang (Cargo Ship)
Kapal dengan muatan barang disebut kapal barang (cargo ship). Pada dasarnya sebelum kapal tersebut direncanakan untuk dibangun ditentukan terlebih dahulu jenis barang yang diangkut. Hal ini penting ditentukan sehubungan dengan besarnya ruangan yang dibutuhkan di dalam kapal untuk mengangkut barang dalam satuan berat yang sudah ditentukan oleh pemesan. Kalau kapal yang direncanakan untuk mengangkut bermacam-macam muatan (general) maka kapal tersebut dinamakanGeneral Cargo.
Pada umumnya kapal-kapal barang terutama general cargo dapat membawa penumpang kelas sampai 12 penumpang dan tetap dinamakan kapal barang. Kapal barang mempunyai kecepatan berkisar antara 8 s/d 25 Knot.
Gambar 2.12 General Cargo Ship- Kapal barang penumpang (Cargo passenger ship).
Kapal dengan muatan barang dan penumpang disebut Kapal barang penumpang(Cargo passenger ship). Untuk membatasi istilah kapal barang penumpang dan kapal penumpang barang pada umumnya selalu membingungkan. Maka dapat dipakai suatu ketentuan, bahwa jika kapal tersebut terutama digunakan untuk mengangkut barang disamping muatan penumpang disebut kapal barang penumpang. Sedangkan jika kapal tersebut digunakan terutama untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup besar, disamping itu juga barang misalnya seratus penumpang disamping muatan barang yang dibawanya maka disebut Kapal penumpang Barang. Apabila kapal mengangkut penumpang lebih dari 12 orang maka kapal tersebut harus menggunakan persyaratan keselamatan pelayaran sebagai kapal penumpang.Kapalpenyeberangan atau kapal Ferry adalah termasuk kapal penumpang barang.
Kapal penyeberangan fungsinya adalah untuk menghubungkan selat sebagai penyambung perhubungan darat yang terputus karena adanya selat. Oleh karena itu kapal penyeberangan dilengkapi dengan tempat fasilitas kendaraan, misal: mobil, truk, bus dan bahkan sarana tempat gerbong kereta api.
Gambar 2.13 Cargo passenger ship- Kapal Penumpang (Passenger Ship)
Kapal Penumpang (passenger ship) ialah kapal yang khusus mengangkut penumpang. Kapal penumpang ada yang besar dan ada yang kecil. Kapal penumpang kecil kebanyakan digunakan untuk pesiar antar pulau yang tak begitu jauh menyusuri pantai atau sungai yang menghubungkan antar kota sebagai komunikasi transport.
Kapal penumpang besar biasanya dipakai untuk pelayaran antar pulau yang jauh atau antar benua untuk tourist dan lain-lain. Kapal ini biasanya dilengkapi dengan akomodasi penumpang yang lebih baik dan fasilitas rekreasi misalnya kolam renang, bioskop dan tempat-tempat relaks lainnya. Selain itu kapal penumpang dilengkapi dengan alat keselamatan pelayaran yang lebih lengkap, dibandingkan dengan kapal-kapal lainnya misalnya sekoci penolong, baju penolong dan perlengkapan keselamatan lainnya. Semua kapal penumpang kecuali kapal penumpang cepat biasanya selalu membawa sedikit muatan barang.

Gambar 2.14 Passenger Ship
- Pengertian Disain
Istilah “desain” dalam ejaan bahasa Indonesia, berasal dari kata “design” dalam bahasa Inggris. Istilah disain, secara umum dapat berarti: potongan, model, moda, bentuk atau pola; konstruksi, rencana, mempunyai maksud, merencanakan; baik, bagus, atau indah bentuknya. Istilah “disain”, dalam ejaan bahasa Indonesia, merupakan suatu istilah yang dituliskan berdasar bunyi pengucapan (pelafalan) kata “design ” dalam bahasa Inggris. Suku-kata “de” pada kata “design” dalam bahasa Inggris, umumnya diucapkan seperti mengucapkan suku kata Vi ” dalam bahasa Indonesia. Sedangkan suku-kata “sign” pada kata “design” dalam bahasa Inggris, umumnya diucapkan (dilafalkan) seperti mengucapkan suku-kata “sain” dalam bahasa Indonesia.
Istilah “design” dalam bahasa Inggris, kemudian dituliskan menjadi “disain ” dalam ejaan bahasa Indonesia, sesuai dengan bunyi pelafalannya. Istilah “desain” dalam ejaan bahasa Indonesia, kelihatannya juga merupakan suatu istilah yang dituliskan berdasar bunyi pengucapan (pelafalan) kata “design” dalam bahasa Inggris, tetapi dengan sedikit perbedaan pada bunyi pengucapan (pelafalan) suku-kata “de” pada kata “design” dalam bahasa Inggris, yang dilafalkan dengan penekanan lebih banyak ke arah bunyi “e”, dari pada bunyi “i”. Karenanya, kemudian penulisannya dalam ejaan bahasa Indonesia, menjadi “desain”. Bagaimanapun juga, kedua istilah ini, yaitu istilah “disain” atau istilah “desain”, bermakna sama. Dalam buku ini, arti kedua istilah ini tidak dibedakan. Untuk selanjutnya, dalam buku ini digunakan istilah “disain”, dengan pengertian yang setara dengan “desain”. Kata “mendisain” atau “mendesain”, mempunyai pengertian yang secara umum setara dengan merancang, merencana, merancangbangun, atau mereka-yasa; yang artinya setara dengan istilah “to design” atau “designing” dalam bahasa Inggris. Istilah “mendisain” atau “mendesain”, mempunyai makna melakukan kegiatan (aktivitas, proses) untuk menghasilkan suatu “disain”.
Selain istilah “disain” atau “desain”, juga dikenal istilah “rencana”, “rancangan “, “rancang bangun “, dan “rekayasa ” dengan pengertian yang dapat dikatakan sama, setara, atau setidaknya mendekati kesamaan. Beberapa di antara istilah-istilah ini, seringkali digunakan secara khas dalam bidang-bidang tertentu. Dalam hal ini, kegiatannya kemudian disebut dengan istilah “merencana”, “merancang”, “merancang-bangun”, dan “merekayasa”. Dalam bahasa Inggris juga dikenal adanya istilah “plan”, “to plan” dan “planning”; yang maknanya secara umum dapat dikatakan setara dengan istilah “design”, “to design”, dan “designing”; tetapi dalam pengertian yang lebih luas dan mencakup lebih banyak aspek. Dalam buku ini, untuk menghindarkan kerancuan makna, selanjutnya istilah “plan” dalam ejaan bahasa Inggris, dituliskan “plan” dalam ejaan bahasa Indonesia.
Jika dicermati lebih teliti, maka segera terasa bahwa terdapat semacam kesamaan makna antara istilah disain dan istilah plan. Kedua istilah tersebut, bermakna setara dengan rencana (hasil dari suatu proses merencana), rancangan (hasil dari proses merancang), reka yasa (hasil dari proses merekayasa), atau rancang-bangun (hasil dari proses merancang-bangun). Istilah ini, semuanya menunjuk kepada “hasil dari suatu proses”, atau menunjuk kepada “sesuatu yang dihasilkan oleh suatu proses tertentu”. Meskipun demikian, kenyataannya dalam penggunaannya, terdapat perbedaan. Istilah “disain”, lebih banyak digunakan untuk menunjukkan suatu rencana atau hasil proses perencanaan yang bersifat mikro (kecil, khusus, sempit, khas, detail, rinci). Misalnya : rencana jembatan (bridge design), rencana jalan (road design), rencana rumah (house design), rencana interior (interior design), rencana produk (product design), rencana barang industri (industrial design), rencana kendaraan (automotive design), dan sebagainya. Sedangkan istilah “plan”, lebih banyak digunakan untuk menunjukkan suatu rencana atau hasil proses perencanaan yang bersifat makro (luas, umum, global, menyeluruh). Misalnya : rencana strategis (strategic plan), rencana utama (master plan), rencana manajemen (management plan), rencana perusahaan (corporate plan), rencana proyek (project plan), rencana kota (city plan), dan sebagainya.

Gambar 1.1. Rencana pembagian ruang di kapal
Dengan berpegang pada penjelasan di atas, maka lazimnya, sebuah plan (rencana makro, rencana global, rencana menyeluruh) dapat mencakup atau dapat disusun atas sejumlah disain (rencana mikro, rencana detail). Artinya, disain (rencana mikro) bisa merupakan bagian dari sebuah plan (rencana makro); tetapi bukan sebaliknya. Meskipun demikian, disain (rencana mikro) dapat juga bersifat berdiri sendiri, dan tidak berkait dengan sebuah plan (rencana makro) tertentu.
Kegiatan (proses) yang dilaksanakan untuk menghasilkan suatu “rencana mikro” atau “disain”, lazim disebut “mendisain”. Dalam bahasa Inggris, disebut “designing”. Sedangkan kegiatan (proses) yang dilaksanakan untuk menghasilkan suatu “rencana makro” atau “plan”, lazim disebut “memplan”. Dalam bahasa inggris disebut “planning”.
Kedua istilah ini, yaitu disain dan plan, juga banyak digunakan untuk menyebut berbagai jenis “rencana” yang sifatnya abstrak, tak nyata, atau tak terlihat mata; misalnya gagas (ide), konsep, strategi, atau pemikiran. Kedua istilah tersebut, yaitu “mendisain” atau “memplan”, dalam bahasa Indonesia umumnya (dengan tidak mempermasalahkan perbedaan yang terdapat di antara keduanya) dapat digantikan dengan satu istilah saja, yaitu “merencana”. Istilah “mendisain”, lebih banyak digunakan untuk menunjukkan kegiatan/proses pelaksanaan pembuatan suatu rencana yang bersifat mikro (kecil, sempit, khas, detail, rinci). Misalnya mendisain jembatan (bridge designing), mendisain jalan (road designing), mendisain rumah (house designing), mendisain interior (interior designing), mendisain produk (product designing), mendisain barang industri (industrial designing), mendisain kendaraan (automotive designing), dan sebagainya. Sedangkan istilah “memplan”, lebih banyak digunakan untuk menunjukkan kegiatan/proses pelaksanaan pembuatan suatu rencana yang bersifat makro (luas, umum, global, menyeluruh). Misalnya : memplan strategi (strategic planning), memplan manajemen (management planning), memplan perusahaan (corporate planning), memplan proyek (project planning), dan sebagainya.

Gambar 1.2. Penataan ruang bagian dari interior kapal
Kedua istilah ini, yakni “mendisain” dan “memplan”, secara umum juga dapat digantikan dengan istilah “merencana” atau “merencanakan”. Istilah “rancang-bangun”, meskipun maknanya setara dengan disain, tetapi dalam penggunaannya, umumnya lebih banyak dipakai di bidang konstruksi, bangunan, pekerjaan teknik sipil. Kegiatan “merancang-bangun” dapat dikatakan setara dengan “mendisain”. Istilah “reka-yasa”, meskipun maknanya setara dengan disain, tetapi dalam penggunaannya, umumnya lebih banyak dipakai di bidang enjinering (teknik). Kegiatan “merekayasa”, juga dapat dikatakan setara dengan “mendisain”. Istilah “rancangan”, meskipun juga setara dengan disain, tetapi dalam penggunaannya, umumnya lebih banyak dipakai di bidang pakaian atau textil. Kegiatan “merancang”, dapat dikatakan setara dengan “mendisain”. Dengan contoh penggunaan di atas, jelaslah bahwa sebenarnya di antara beberapa istilah tersebut tidak terdapat perbedaan makna, kecuali dalam penggunaannya saja.

Gambar 1.3. Konsep desain interior kapal
Pengertian disain itu sendiri, sampai sekarang masih diperdebatkan orang. Hal ini, disebabkan banyaknya penjelasan para pakar tentang arti istilah disain, yang masing-masing disesuaikan dengan cara pandang yang berbeda. Kurun jaman yang berbeda, ternyata juga menimbulkan penafsiran makna istilah disain yang berbeda-beda. Sedangkan kenyataannya, disain sangat berkait erat dan dapat merambah berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang bisa sangat berbeda dan relatif sangat luas. Dalam hal ini, enjinering hanya merupakan salah satu bagian dari mata-rantai berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang mendukung proses disain. Meskipun demikian, memang dapat dikatakan bahwa peran enjinering terasa semakin penting dalam suatu proses disain. Hal ini, terutama semakin terasa pada masa sekarang (setelah masa terjadinya revolusi industri di Eropa), yakni setelah memasuki abad keduapuluh, menjelang abad ke-21.
Dari beberapa pernyataan di atas, jelaslah bahwa sejak masa yang lalu, dari waktu ke waktu, telah terjadi pergeseran penafsiran pengertian istilah disain. Adanya berbagai pergeseran penafsiran dan pengertian disain itu, pada dasarnya disebabkan oleh pasang-surutnya perkembangan dan kemajuan kebudayaan, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang dialami manusia. Berbagai perubahan dan perkembangan itu, juga menyebabkan terjadinya perubahan cara pandang.
Pada awal perkembangannya, pengertian disain juga sering dicampur-adukkan dengan berbagai bentuk seni (art). Ini dapat dilihat pada masa-masa sebelum jaman revolusi industri di Eropa.
- Sejarah Desain Interior
Dahulu desain interior hanya dikenali sebagai ilmu dalam menghias ruang dalam bangunan. Sejak dahulu manusia telah menata dan menghias ruang dalam tempat tinggal mereka untuk tujuan kenyaman dan keindahan. Bahkan sejak zaman prasejarah manusia purba telah mulai melukis dinding gua yang menjadi tempat tinggal mereka. Meskipun hal tersebut tidak bisa dikatakan sebagai desain interior, tetapi pemikiran dasar untuk perancangan interior ruang telah dimulai oleh mereka meskipun masih dalam tahapan yang masih sangat sederhana.
Sejarah desain interior berjalan bersamaan dengan pembangunan struktur bangunan. Dalam merancang struktur suatu bangunan dahulu orang sudah merencanakan pula hiasan estetika yang akan mempercantik tampilan struktur bangunan tersebut. Hiasan yang biasa dipergunakan dahulu adalah lukisan dan ukiran, dengan melukis dan mengukir struktur bangunan seperti pada dinding dan pilar maka hiasan ini juga mempercantik tidak hanya untuk eksterior tetapi juga pada bagian interior suatu bangunan yang didirikan.
Dalam perkembangannya desain interior memiliki banyak kaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia. Saat ini dengan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin beragam, perancangan interior telah berkembang dengan memanfaatkan teknologi terkini. Dengan memanfaatkan teknologi akan semakin mempermudah segala kegiatan manusia yang berlangsung didalam ruangan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga banyak berpengaruh terhadap perubahan desain interior masa kini yang lebih mengutamakan pada fungsi selain dari segi estetika interior ruang. Keterbatasan ruang tidak lagi menjadi penghalang untuk melakukan berbagai aktivitas didalamnya, bahkan bisa dikembangkan untuk multifungsi pada satu ruang.
Perkembangan teknologi merupakan suatu pertimbangan lain dianggap memiliki peran yang besar dalam kemajuan desain interior dari masa ke masa. Untuk memenuhi kebutuhan yang akan lebih mempermudah kehidupan manusia, peran teknologi ini menjadikan desain interior ruang berubah dari masa ke masa sesuai dengan kemajuan zaman dan tuntutan kebutuhan. Selain itu peran dari perkembangan gaya hidup juga berpengaruh pada perubahan desain interior ruang.
Sejarah desain interior sendiri tergambar dengan jelas di beberapa bidang yang berbeda. Berdasarkan sejarah arsitektur yang menyertakan elemen seni dekorasi, termasuk furniture, karya seni dari besi, kaca, keramik dan tekstil, yang seringkali dikelompokkan secara terpisah. Untuk perancangan interior semua hasil karya seni ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap tetapi menjadi elemen yang menyatu dengan semua hasil karya yang terdapat dalam interior ruang, baik memiliki fungsi maupun hanya sekedar dekorasi saja.
Peran dari seorang perancang interior sejak dahulu dituntut untuk mampu menjawab permasalahan yang muncul dalam merancang interior ruang dengan memanfaatkan ilmu dasar yang dimilikinya dengan menggabungkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, kemajuan teknologi mempengaruhi dalam kehidupan sehari-hari manusia. Hal ini juga berpengaruh pada perancangan desain interior ruang masa kini. Dahulu kebutuhan dapur merupakan ruangan yang kotor dan berantakan, sekarang kebutuhan dapur itu semakin menjadi terbatas dan bisa diakomodir dengan teknologi yang memudahkan pekerjaan di dapur yang tadinya sulit dikerjakan.
Saat ini perkembangan desain interior di dunia berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Gaya hidup instan dan praktis menjadi pilihan sesuai masyarakat yang tidak mau lagi direpotkan untuk hal yang bisa dipermudah dengan kemajuan teknologi. berbagai aktivitas sehari-hari ditunjang dengan teknologi terkini sehingga akan mempengaruhi desain interior ruang aktivitas mereka. Contohnya inovasi pada desain interior dapur semakin sederhana dengan peralatan modern di dapur seperti kompor gas, kompor listrik, penghisap asap, oven microwave, mesin pencuci piring (dishwasher), dan lain lain.

Gambar 1.4. Inovasi desain interior dapur
Kesan dapur sebagai bagian rumah yang terletak di belakang dan kotor tidak lagi terlihat pada desain dapur masa kini yang lebih modern dan bersih. Peran dari inovasi peralatan dapur yang lebih modern dan praktis telah membuat dapur menjadi tampil lebih indah.
- Konsep Dasar Interior
Desain interior merupakan suatu karya seni yang mengungkapkan dengan jelas dan tepat suatu bentuk ruang yang mencerminkan fungsi dan estetika, dengan tetap memperhatikan faktor-faktor lain yang mendukung keberadaan ruang tersebut.
Latar belakang dari mengatur ruangan sebagai bagian dan pekerjaan dalam mendesain interior ruangan adalah karena penghuni atau pengguna ruangan menghendaki adanya suasana yang nyaman, baik, indah dan mampu melayani segala kebutuhan secara fisik mapun emosional. Dengan penataan interior yang baik maka diharapkan segala kebutuhan
Sistem atau cara pengaturan ruang dalam yang mampu memenuhi pesyaratan tersebut itulah yang dinamakan dengan “desain interior” (interior design).

Gambar 1.5. Desain interior membuat sebuah ruangan tampil lebih indah dan menarik
Desain interior memiliki pengertian yang sangat luas, yang menyangkut berbagai aspek didalamnya, sosial, budaya, ekonomi, teknik, dan dalam peranannya mencerminkan kehidupan manusia desain interior bisa memperlihatkan semua aspek tersebut. Dengan hanya melihat suatu desain interior suatu ruangan maka penilaian dapat diberikan terhadap ruangan tersebut baik terhadap perencana, pemilik, pengelola dan pengguna ruangan tersebut. Sehingga perancangan yang kurang tepat bisa berakibat salah terhadap suatu penilaian orang yang berada didalamnya.
Dengan berpegang untuk menciptakan ruang yang nyaman dan indah, desain interior memiliki sebuah peran yang sangat tinggi dalam mempengaruhi orang yang berada didalamnya. Seiring dengan perkembangan zaman saat ini desain interior telah berkembang guna memenuhi tuntutan masyarakat akan suatu ruang. Fungsi dari ruang yang menjadi landasan utama dalam ilmu desain interior tidak lagi hanya sebatas itu saja. Pada perkembangannya, selain memperhatikan juga segi estetika, ada beberapa pertimbangan lainnya yang diperhatikan oleh seorang perancang interior. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah keamanan dan segi teknis yang menyangkut ruang dalam interior.
Kebutuhan akan ruang merupakan latar belakang adanya ilmu desain interior, karena pada hakekatnya manusia membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan menghabiskan sebagian hidupnya didalam ruangan. Maka untuk menjawab kebutuhan ini diperlukan suatu perencanaan interior yang baik dan bisa membuat nyaman orang yang berada di dalamnya. Selain itu pertimbangan suatu fasilitas yang dibutuhkan untuk aktivitas didalam ruangan juga menjadi pertimbangan untuk merencanakan suatu interior ruangan.

Gambar 1.6. Penataan ruang disesuikan dengan aktifitas
Ruang tidur merupakan ruang yang harus didesain secara cermat, mengingat di ruang inilah manusia menghabiskan waktunya untuk beristirahat tidur, selain itu pertimbangan kegiatan dan kebutuhan akan fasilitas lainnya harus diperhatikan seperti lemari penyimpanan,meja kerja, meja rias, perangkat televisi untuk hiburan, dan kebutuhan lain yang diperlukan oleh pemilik kamar tersebut.
Tuntutan akan perkembangan teknologi informasi merupakan suatu pertimbangan yang dianggap memiliki peran yang besar dalam kemajuan desain interior. Orang dengan mudah mengakses informasi dengan bantuan berbagai media salah satunya adalah media elektronik internet, kemajuan teknologi informasi ini telah memungkinkan suatu kemajuan dalam bidang interior bisa di ketahui secara cepat oleh pengguna di seluruh belahan dunia. Selain itu perkembangan teknologi informasi ini telah membuat kebutuhan ruang semakin sederhana dan tidak rumit lagi, karena dengan kebutuhan ruang yang bisa digabungkan untuk berbagai fungsi dan didesain secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan ruang untuk aktivitas tertentu..
Dalam perancangan interior juga harus dimulai dengan berpikir secara luas mengenai lingkungan sekitar manusia. Memperhatikan lingkungan sekitar ruang merupakan suatu kebutuhan yang harus diperhatikan secara seksama. Karena manusia bereaksi, dan bertindak pada suatu ruangan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan lingkungan dimana ruangan itu berada. Maka perancang interior harus menitikberatkan pada faktor utama dalam sistem perancangan interior, yaitu :
- Manusia
- Ruang
- Lingkungan
Dari ketiga faktor tersebut maka perancang dapat mempertimbangkan banyak hal yang menjadi kebutuhan dalam merancang interior. Kebutuhan-kebutuhan tersebut merupakan bagian penting yang akan menjadikan keberhasilan dalam merancang suatu ruangan, karena tanpa mempertimbangkan ketiga faktor tersebut akan menjadi mustahil hasil akhir interior ruangan akan bisa dikatakan berhasil.
- ManusiaInformasi yang dikumpulkan disini adalah orang yang menjadi pemberi tugas atau klien, dan nantinya akan menjadi pengguna ruangan tersebut . Disini komunikasi antara perancang dan klien perlu dilakukan dengan baik, karena dari komunikasi dua arah ini nantinya akan timbul gagasan yang bisa di sampaikan oleh perancang guna memenuhi kebutuhan ruang yang dibutuhkan oleh klien. Dengan komunikasi yang baik di harapkan akan dihasilkan rancangan yang baik secara teknis dan estetis, tetapi tetap dengan mengacu pada kebutuhan klien ( misalnya dalam pembangunan kapal pemilik/ pemesan kapal disebut “owner ship“)
Gambar 1.7. Komunikasi antar desainer dan owner
- RuanganInformasi mengenai ruangan baik fungsi dan jenisnya merupakan suatu pertimbangan yang harus diperhatikan oleh perancang. Karena ruangan adalah obyek pekerjaan yang harus dilakukan maka penguasaan terhadap ruangan harus benar-benar diperhatikan terutama dalam segi teknis dan mekanis. Jenis ruangan akan berpengaruh pada perancangan yang dilakukan, karena perancangan akan perpedoman pada faktor teknis dan mekanis yang telah ada. misalnya dalam pembangunan kapal tentunya berapa jumlah ruangan yang dibutuhkan dan masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, sehingga kapasitas dan volume ruangan perlu diperhitungkan.
Gambar 1.8. Volume ruang mempengaruhi interior kapal
- LingkunganLingkungan sekitar yang menjadi obyek perancangan harus dipertimbangkan sebagai bagian dari lingkungan interior ruang yang dirancang. Kaitan antara lingkungan sekitar akan sangat berpengaruh pada lingkungan dalam interior ruang, perancangan ruang interior yang tidak mengindahkan lingkungan sekitarnya bisa berakibat tidak baik untuk ruangan tersebut.
- Proses Desain
Disain, merupakan suatu proses yang dapat dikatakan seumur dengan keberadaan manusia di dunia. Hal ini, seringkali tidak kita disadari. Akibatnya, sebagian dari kita berpendapat seakan-akan disain baru dikenal sejak masa modern, dan merupakan bagian dari kehidupan modern. Selain itu, ada juga kerancuan pendapat yang berkait dengan siapa yang lebih berhak atas suatu proses disain. Banyak disainer mengatakan bahwa proses disain, sesuai dengan sebutannya, merupakan milik dari profesi disainer. Sebaliknya, para enjiner berpendapat demikian pula. Bagian ini, menjelaskan berbagai bahasan yang berkait dengan proses disain dan para pelakunya.
1.4.1 Manusia dan Disain
Pada jaman dahulu kala, memang belum dikenal adanya istilah “disain”. Tetapi, proses disain itu sendiri, sebenarnya sudah ada sejak jaman purbakala. Yaitu, sejak manusia mulai berusaha membuat berbagai peralatan untuk menunjang kebutuhan hidupnya. Usaha untuk membuat berbagai peralatan itu, secara umum merupakan bagian dari “kebudayaan manusia”. Dari berbagai telaah, juga dapat dibuktikan bahwa tinggi-rendahnya tingkat kebudayaan suatu kelompok masyarakat tertentu, juga menentukan tinggi-rendahnya tingkat kemampuan untuk melakukan proses disain secara keseluruhan. Karena tinggirendahnya tingkat kebudayaan manusia didasarkan kepada kemampuan manusia untuk belajar, maka faktor pendidikan juga merupakan suatu faktor yang sangat penting.
Adanya kemampuan akal pada manusia, membuat manusia secara sadar atau tidak sadar, selalu “belajar” dan menambah khazanah pengetahuannya. Segala sesuatu yang harus dipelajari lebih dahulu oleh manusia untuk dapat dilakukan, lazim disebut “kebudayaan” (culture). Sedangkan peri laku manusia itu sendiri, akhimya merupakan suatu bentuk “budaya”. Dalam perkembangan selanjutnya, secara umum manusia akhirnya juga mengenal adanya dua sifat budaya, yakni “budaya yang bersifat relatif baik” (budaya baik) dan “budaya yang bersifat relatif buruk” (budaya buruk). Perbedaan sifat di antara kedua macam bentuk budaya itu, sebenarnya sangat relatif. Pada suatu kelompok masyarakat tertentu, “budaya baik”, mungkin dapat berarti suatu “budaya buruk” bagi kelompok masyarakat lainnya. Demikian pula, sebaliknya. Tetapi, tentu saja tidak tertutup adanya kemungkinan bentuk budaya yang sifatnya sama dan berlaku secara universal bagi beberapa kelompok masyarakat.
Pemahaman akan hal ini, merupakan salah satu hal yang sangat penting, dan pada saatnya nanti (yakni pada saat perencana melaksanakan proses disain), harus menjadi salah satu perhatian utama perencana. Pada bahasan selanjutnya, akan dijelaskan mengapa hal ini menjadi sangat penting. Perkembangan tata kehidupan, letak geografis, adat-istiadat, tradisi, aturan, tata krama, hukum, kekerabatan, dan pranata yang hidup di dalam lingkung suatu kelompok masyarakat tertentu, seringkali menghasilkan suatu bentuk “budaya baik” dan “budaya buruk” yang sangat berbeda dan berlawanan dengan kelompok masyarakat lainnya. Bagi suatu kelompok masyarakat tertentu, “budaya baik” dan “budaya buruk” yang hidup di dalam kalangannya, dapat sangat bertentangan (berlawanan) dengan kelompok masyarakat lainnya. Seringkali, hal ini sedemikian berlawanan, sehingga jika kedua kelompok masyarakat itu dipersatukan atau dipertemukan, dapat menimbulkan gesekan (friksi) dan pertentangan yang hebat. Dengan demikian, budaya baik dan budaya buruk, dapat dikatakan menjadi bersifat sangat relatif. Hal ini, sangat penting untuk dipahami, karena dalam pembuatan dan penyampaian suatu produk tertentu, bagi suatu kelompok masyarakat tertentu, mungkin tidak menimbulkan masalah apa-apa. Tetapi bagi kelompok masyarakat lainnya, mungkin produk tersebut merupakan hal yang ditabukan dan tidak dapat diterima. Sehingga dengan demikian, produk tersebut hanya dapat diterima pada suatu kelompok masyarakat tertentu saja.
1.4.2. Disainer, enjiner dan ilmuwan
Disain dan proses disain, jika ditinjau umur dan sejarahnya, dapat dikatakan seumur dengan panjang sejarah keberadaan manusia di dunia. Secara langsung atau tidak langsung, dan secara disadari atau tidak, kenyataannya disain sangat berperan dalam kehidupan manusia. Peran disain (dan proses disain), merambah berbagai kegiatan dalam kehidupan manusia. Segala proses berpikir, menganalisis, menghitung, menentukan, mencoba, yang bertujuan akhir membuat suatu “benda”, baik yang, berupa bend nyata yang bersifat “satmata” (dapat dilihat, diraba), maupun benda tak nyata yang bersifat “kasatmata” (tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba); dengan tidak membedakan apakah sederhana atau rumit; semuanya dapat disebut sebagai suatu proses disain. Dengan demikian, jika diperluas, maka proses disain adalah suatu proses yang dilakukan untuk “merencanakan pembuatan suatu hal”.

Gambar 1.9. Interior kapal ruangan ber-AC
Proses disain, dalam kaitannya dengan pembuatan suatu benda, perannya adalah menganalisis, menghitung, memperkirakan, menentukan, memutuskan, menggambarkan, dan menyatakannya secara obyektif dan sistematis; suatu gagas (idea), cara, rencana, atau sistem yang akan digunakan untuk “membuat suatu benda” (benda nyata atau benda tidak nyata). Dengan demikian, benda (produk, barang) yang direncanakan tersebut, akhimya dapat dibuat dan dapat digunakan oleh manusia secara aman, nyaman, mempunyai sifat, bentuk, dan dampak yang positif (setidaktidaknya terhadap penggunanya), serta berfungsi sesuai dengan yang dikehendaki. Karena merupakan benda yang akan digunakan (dipakai) oleh manusia, maka faktor hubungan (relasi) antara manusia dan benda yang direncanakan itu (benda yang akan dibuat), dalam proses disain merupakan faktor yang sangat penting.
Proses perencanaan untuk membuat suatu benda yang mempunyai fungsi tertentu (yang dalam hal ini disebut “proses disain”), dapat dilakukan dengan berbagai cara (metoda, sistem) dan pendekatan yang berbeda, serta dilaksanakan oleh berbagai pelaku proses disain yang berbeda pula. Dalam hal ini, para pelaku proses disain dan pembuat produk (barang), pada jaman dahulu, lebih banyak diperankan oleh para seniman (artist).” Hal inilah yang membuat beberapa definisi disain pada masa lalu, selalu dikaitkan dengan berbagai bentuk seni (art) tertentu. Tetapi pada masa sekarang (pada jaman modern), setelah memasuki abad kedua puluh, sesuai dengan perkembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi, pelaku proses disain dan pembuat produk tidak lagi diperankan oleh satu kalangan yang sama, melainkan diperankan oleh berbagai kalangan yang berbeda. Masing-masing kalangan itu, mempunyai sifat, keahlian, dan spesialisasi tertentu; dengan latar ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbeda pula. Sehingga dengan demikian untuk membuat sebuah produk (terutama produk yang rumit), diperlukan perencana-perencana yang berasal dari berbagai kalangan yang berbeda. Sedangkan proses pelaksanaannya, lebih bersifat antar disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Para pelaku proses disain, para pembuat rencana, serta para pembuat produk pada masa sekarang, jikalau diperluas dapat meliputi berbagai kalangan yang sangat beragam, dengan lingkung yang sangat beragam pula. Misalnya : para exekutif, manajer, pimpinan, ilmuwan, enjiner, seniman, disainer, tukang, dan perajin. Tetapi dalam bidang-bidang yang sifatnya lebih sempit cakupannya (lebih spesifik), yakni perencanaan dan pembuatan suatu produk, lazimnya diperankan oleh para ilmuwan, enjiner, disainer, seniman, teknisi, perajin, dan bahkan tukang. Ilmuwan, yang pada awal perkembangan kebudayaan manusia juga berperan dalam proses disain, akhirnya mempunyai peran yang sangat khas. Yaitu, berperan melakukan berbagai penelitian dan penyelidikan dalam rangka pengembangan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lebih memusatkan perhatiannya pada berbagai hal yang sifatnya sebagai pendukung kegiatan para disainer dan enjiner. Dengan demikian, ilmuwan juga berperan sebagai mitra-kerja yang utama bagi para disainer dan enjiner. Penemuan, pengembangan berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi baru oleh para ilmuwan ini, sangat berpengaruh kepada proses disain dan proses produksi yang dilaksanakan oleh para disainer dan enjiner.
Seniman, tidak dapat kita masukkan ke dalam kategori pelaku proses disain. Hal ini, disebabkan jenis kegiatan yang dilaksanakan oleh para seniman, lebih mengarah kepada suatu proses yang lebih bersifat individual (pribadi), lebih menekankan karyanya pada segi seni (art), dan seringkali bersifat subyektif serta tidak mengarah kepada pembuatan suatu produk (benda) yang dibuat berulang kali dan dalam jumlah yang besar (repeated and mass production). Karya seorang seniman, kebanyakan merupakan suatu hasil kerja yang bersifat individual dan tidak berorientasi kepada pembuatan secara berulang. Kebanyakan para seniman, juga tidak ditujukan untuk digunakan oleh orang lain. Tetapi seorang seniman dapat juga berperan sebagai disainer, jika ia bekerja menggunakan kaidah-kaidah disain.
Perajin, tukang dan teknisi, juga tidak dapat kita masukkan ke dalam kategori pelaku proses disain. Hal ini, disebabkan kegiatan perajin dan tukang, lebih banyak berperan pada segi teknis, pelaksanaan, dan pembuatan semata, meskipun perajin dan tukang dapat juga berorientasi untuk membuat benda (produk) dengan pola berulang dan dalam jumlah besar. (repeated and mass production). Selain itu, perajin, tukang, atau teknisi lazimnya juga tidak begitu berperan dalam proses disain secara intensif. Misalnya, pada kegiatan pemikiran kreatif, gagas, dan konsep. Tetapi tidak tertutup kemungkinan bagi pare perajin, tukang, atau teknisi untuk berperan sebagai pelaku proses disain, jika ia bekerja dengan menggunakan kaidah-kaidah disain.
Dan uraian di atas, jelaslah bahwa peran disainer dan enjiner pada masa sekarang, bersifat lebih dominan dalam pelaksanaan proses disain. Hal ini, disebabkan dalam proses disain sangat diperlukan berbagai dukungan teknologi, ilmu pengetahuan, kemampuan, keterampilan, analisis, penentuan dan pembuatan keputusan, kreatifitas, inovasi, yang bersifat obyektif (bukan subyektif). Dalam dunia perencanaan, akhirnya dikenal adanya pemisahan secara tegas dalam tugas, peran, tanggung jawab, dan wewenang di antara disainer, enjiner, dan ilmuwan.
Secara umum, perbedaan tugas, peran, dan wewenang masing-masing adalahDisainer Berperan menganalisis, meneliti, menghitung, memperkirakan, menentukan, merencanakan, dan membuat benda (produk) berdasar azas pemenuhan berbagai fungsi hubungan (relasi) yang selaras antara benda (produk) yang direncanakannya dengan manusia sebagai penggunanya. Dalam bahasa masa sekarang, hal ini seringkali disebut dengan istilah “hubungan antara manusia dengan mesin” (man to machine relation). Selain itu, is juga harus mempertimbangkan dan memperkirakan berbagai hal yang berkait dengan dampak keberadaan benda (produk) tersebut secara fisik dan psikologis terhadap pengguna dan lingkung sekitarnya.
Enjiner Berperan menganalisis, meneliti, menghitung, memperkirakan, menentukan, merencanakan, dan membuat benda (produk) berdasar azas pemenuhan berbagai fungsi teknis dari benda yang direncanakannya; sesuai dengan berbagai persyaratan teknis (spesifikasi) yang telah ditentukan, sasaran,dan unjuk-kerja (performance) teknis yang dikehendaki. Selain itu, ia juga harus mempertimbangkan dan memperkirakan berbagai hal yang berkait dengan dampak keberadaan benda (produk) tersebut secara teknis terhadap pengguna dan lingkung sekitarnya. Dalam bahasa masa sekarang, hal ini seringkali disebut dengan istilah “hubungan antara mesin dengan mesin” (machine to machine relation).
Ilmuwan Berperan menganalisis, meneliti, menghitung, memperkirakan, menentukan, merencanakan, dan memberikan berbagai masukan (input) merupa pertimbangan, solusi, bagi para disainer dan enjiner; sesuai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasainya. Dalam bahasa masa sekarang, hal ini seringkali disebut dengan istilah “hubungan antara manusia dengan ilmu pengetahuan” (man to knowledge relation). Demikianlah, berbagai contoh keahlian yang pada masa sekarang ini semakin dikembangkan orang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian cepat, akhirnya juga menghendaki adanya pemilahan dalam bidang pendidikan. Dengan demikian, melalui suatu jenjang pendidikan tertentu, seorang ilmuwan, enjiner, atau disainer secara bertahap, dapat menjadi seorang ahli, pakar, atau “spesialis” (specialist) dalam suatu bidang tertentu. Ini sangat berlawanan dengan pola dan sistem pendidikan jaman dahulu, khususnya sebelum abad keduapuluh, yang lebih cenderung kepada dihasilkannya sarjana atau ilmuwan yang mempunyai keahlian yang bersifat luas, umum, tidak begitu dalam, dan cenderung mencakup beberapa cabang disiplin ilmu pengetahuan sekaligus; yang lebih lazim disebut “generalis” (generalist). Tetapi keadaan ini tidak dapat dipertahankan terus-menerus.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sedemikian cepatnya, sehingga tidak memungkinkan lagi bagi seseorang untuk mempelajari, menguasai, dan mendalami berbagai hal sekaligus.
1.4.3 Desain Interior Bergaya Modern
Gaya modern yang sekarang banyak menjadi pilihan adalah modern minimalis. Pada gaya ini interior ruang didesain dengan meminimalkan fungsi elemen dekorasi seperti ukiran dan benda-benda yang bersifat dekoratif. Dalam desain ini hampir semua elemen ruang diminimalkan dari dekorasi yang tidak diperlukan dan dibiarkan tampil polos tanpa aksesori, kalaupun terdapat aksesori maka yang dipilih adalah yang bergaris sederhana.
Warna yang digunakan pada desain modern minimalis biasanya adalah warna-warna cerah seperti putih dan krem. Warna alam juga banyak digunakan sesuai dengan karakter material asli seperti warna semen abu-abu yang tidak lagi diberi finishing, atau material logam dibiarkan dengan warna aslinya. Penggunaan profil dan list lantai yang memiliki ukiran juga tidak digunakan dalam ruang interior bergaya modern minimalis, gantinya di gunakan yang berdesain simple atau bisa jadi di hilangkan.
Beberapa ciri dari interior ruang bergaya modern minimalis:
- Elemen ruang yang tampil polos tanpa dekorasi yang rumit seperti ukiran.
- Penggunaan warna-warna alami seperti putih, dan warna kusam seperti abu-abu, coklat.
- Bentuk-bentuk yang sederhana pada furniture yang dipilih dengan bentuk dasar seperti garis dan kotak dan material seperti baja dan kayu.
- Bukaan kaca yang lebar sebagai sirkulasi udara dan pencahayaan alami.
- Seni instalasi dan lukisan abstrak menjadi pilihan untuk menghias ruangani
- Meminimalkan penggunaan barang yang tidak perlu dan memaksimalkan fungsi barang yang sudah ada.

Gambar 1.10. Contoh ruangan dengan desain interior bergaya modern
Ruangan keluarga yang mengaplikasikan desain modern minimalis dengan menggunakan garis dan kotak sebagai bentuk dasar yang diaplikasikan mulai dari bentuk ruang, furniture, pola lantai, ornament dinding, pola ceiling. Kesederhanaan bentuk menciptakan desain yang sederhana, tidak rumit tetapi tetap menarik.
1.4.4 Komposisi Bentuk Dasar Dalam Aplikasi Desain Interior
Bentuk- bentuk dasar merupakan awal dari perkembangan dari bentuk dinamis. Perkembangan dan tuntutan akan suatu bentuk yang baru dijawab oleh desainer interior dengan mengembangkan bentuk dasar menjadi bentuk-bentuk yang lebih dinamis. dengan berbekal bentuk dasar dan sedikit kreativitas bentuk-bentuk dinamis diciptakan dan diaplikasikan untuk berbagai macam elemen interior.
Saat ini bentuk dinamis yang sangat kreatif hasil dari pengembangan bentuk dasar. Dari bentuk dasar yang terkesan sudah lazim dikenali sekarang banyak bentuk-bentuk baru yang diaplikasikan dalam desain interior modern.
Berikut adalah beberapa bentuk yang diaplikasikan dalam interior
- Bentuk Kotak
- Bentuk lingkaran
- Bentuk Segitiga
|
Bentuk kotak yang menjadi bentuk dasar yang digunakan untuk gambar denah, potongan, dan tampak.
|
![]() |
Bentuk lingkaran yang dikembangkan menjadi bentuk oval, spiral, dan bentuk-bentuk dinamis lainnya
|
![]() |
Bentuk segitiga dikembangkan untuk gambar seperti bentuk atap, piramida, dan bentuk-bentuk lainnya.
|
Berikut adalah beberapa bentuk dasar yang telah lama digunakan dalam aplikasi desain interior.
- Bentuk Kotak
Bentuk kotak diaplikasikan dalam bentuk gambar seperti gambar denah, tampak, potongan, dan gambar-gambar lainnya. Dari susunan bentuk dasar kotak maka dapat dihasilkan komposisi gambar bangunan seperti yang diinginkan, dan dibangun sesuai dengan gambar yang telah didesain.

Gambar 1.11. Aplikasi bentuk-bentuk dasar dalam desain interior
Selain itu bentuk kotak juga diminati dalam desain interior modern minimalis seperti pada bentuk furniture dan pola-pola lantai, dinding dan reiling dengan bentuk kotak-kotak, yang tampil tanpa embel-embel dekorasi apapun dan dibiarkan polos.

Gambar 1.12. Disain ruangan mengadopsi bentuk kotak sebagai tema dasar
- Bentuk lingkaran
Bentuk lingkaran adalah bentuk yang mengilhami manusia purba dalam menemukan roda untuk memudahkan kegiatan sehari-harinya, sekarang bentuk lingkaran merupakan bentuk yang telah berkembang untuk diaplikasikan dalam berbagai hal mulai dari pola polkadot sampai pada bentuk benda pakai sehari hari.
Bentuk lingkaran dikembangkan dalam bentuk tiga dimensi menjadi bentuk bola, tabung, kerucut, dan bentuk lainnya. Dari bentuk lingkaran ini juga benda fungsional dalam interior di kembangkan bentuknya menjadi lebih kreatif dan tampil lebih menarik, salah satunya adalah bentuk lingkaran yang digunakan untuk furniture seperti bentuk sofa.

Gambar 1.13. bentuk lingkaran sofa kapal pesiar Princess Mariana
Bentuk lingkaran juga diaplikasikan sebagai pola dalam elemen utama ruang seperti pola untuk lantai, dinding, dan ceiling. Bentuk lingkaran ini digunakan dalam berbagai ukuran, untuk pola lantai di ruang bergaya klasik biasanya pola lantai lingkaran diaplikasikan dengan ukuran besar dan di beri hiasan gambar dekoratif dengan susunan yang simetris antar tiap pola, dan terbuat dari berbagai material dan warna-warna yang berbeda berbeda.

Gambar 1.14. Interior Kapal yang didasari bentuk lingkaran
- Bentuk Segitiga
Bentuk segitiga banyak diaplikasikan dalam bentuk atap, di daerah yang memiliki iklim tropis bentuk atap pelana merupakan bentuk yang banyak diaplikasikan dalam bangunan. Bentuk atap pelana memiliki bentuk dasar segitiga
- Interior Alat Transportasi Darat, Laut dan Udara
Fungsi utama suatu ruang bisa dikatakan berhasil bila orang yang berada didalam ruang tersebut merasa nyaman dan bisa melakukan aktivitasnya sesuai dengan fungsi utama ruang yang telah dirancang untuk ruang tersebut. Seorang penumpang kereta api, bus, pesawat, kapal laut akan merasa nyaman jika disainer merancang dengan benar.
Dalam memperhatikan faktor kegunaan ruang dalam desain interior tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat saja, tetapi harus mampu menembus waktu dengan memberikan gambaran peradaban masa lampau dan juga mampu mengantisipasi kebutuhan saat ini dan masa yang akan datang.
Perancangan interior juga tidak luput dari berbagai peraturan dan persyaratan yang mengikat baik dari fungsi bangunan dan ruang dalam kaitan dengan norma, etika, kesehatan dan lain sebagainya, seperti peraturan tegas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Peraturan mengenai keselamatan dan pelayanan umum merupakan peraturan yang mengikat dan bersifat tegas dari pemerintah, tujuannya antara lain untuk melindungi masyarakat agar terlindung dari berbagai kemungkinan terjadinya kecelakaan.
Peraturan dan persyaratan bangunan dan ruangan interior juga berpengaruh pada faktor kesehatan dan keselamatan untuk pengguna ruangan, seperti persyaratan arah bukaan pintu pada bangunan publik, penempatan tangga darurat, alat detektor asap, sprinkler api, dan lain sebagainya. Persyaratan dalam interior ruangan ini akan menjadi sangat ketat bila berhubungan dengan ruangan interior yang menyangkut dengan bangunan publik dan digunakan oleh orang banyak.


Gambar 1.15. Interior ruangan didalam Bus pribadi didesain dengan mewah
Desain interior sebagai bagian dari ilmu arsitektur merupakan suatu pengembangan dari ilmu menata ruang dalam yang terdapat di sebuah bangunan. Dalam perkembangannya desain interior tidak saja terbatas pada ruang dalam suatu bangunan konstruksi saja, tetapi telah berkembang pada ruang dalam untuk semua benda hasil kreasi manusia yang ditempati dan digunakannya. Seperti interior pada kendaraan mobil, kapal, pesawat, dan semua ruang dalam yang didiami oleh manusia. Semua ini merupakan akibat dari perkembangan dan kemajuan manusia dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan dan seni secara keseluruhan.

Gambar1.16. Interior didalam pesawat jet pribadi dengan desain mewah
Ruang sebagai tempat dari kegiatan sehari-hari manusia membutuhkan suatu jawaban untuk di rencanakan dengan seakurat mungkin. Untuk memenuhi tuntutan para pengguna ruang tersebut maka perencanaan yang matang untuk suatu ruang harus benar-benar di perhatikan mulai dari saat ruang tersebut dirancang, kemudian di bangun, dan digunakan. Lalu tahapan terakhir yang perlu dilakukan adalah menilai kelebihan dan kekurangan yang masih terdapat diruang yang telah dibangun tersebut. Dari ketiga tahapan ini maka keberhasilan rancangan suatu interior ruang bisa di nilai secara obyektif oleh si pengguna ruang tersebut.
Agar suatu ruang memiliki suatu fungsi yang layak untuk beraktivitas, maka diperlukan banyak hal yang akan mendukung keberadaan ruangan tersebut. Dengan mempertimbangkan pada orang yang akan menggunakan ruang tersebut nantinya, perancang interior harus mampu mempelajari kebutuhan pengguna ruang serta menempatkan dirinya sebagai pengguna ruang tersebut. Selain itu perancang juga harus mampu untuk mengembangkan ide kreatif mengenai suatu ruangan agar tidak tampil biasa dengan kebanyakan ruangan lainnya, sehingga nantinya ruangan tersebut memiliki karakteristik tersendiri.
Model rancangan Interior Sebuah Kapal
Gambaran interior Kapal Princess Mariana, kapal pesiar dengan harga sewa Rp. 600 juta per minggu ini memiliki interior yang unik dan mewah. Dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:

Gambar 1.17. Studio/ bioskop

Gambar 1.18. Kolam renang

Gambar 1.19. Ruang santai bersama

Gambar 1.20. Cafeteria
Model rancangan Interior Sebuah Kereta Api
Tata lampu merupakan faktor penting yang harus diperhatikan pada interior kereta api. Hal ini akan membuat interior kereta akan lebih cantik dan elegan. Apalagi untuk kereta api kelas eksekutif yang sangat memperhatikan kenyamanan penumpang seperti KA BIMA, Argo dan lain-lain.

Gambar 1.21. Model rancangan kereta api
Kereta Begasi
Nama kereta yang di desain khusus untuk mengangkut barang yaitu kereta begasi. Kode keretanya B yang merupakan singkatan dari Begasi. Bentuknya sama dengan kereta penumpang hanya ada beberapa perbedaan. Diantaranya :
- Tak ada jendela kaca, hanya beberapa lubang ventilasi untuk sirkulasi udara
- Pintu samping ada 4 (2 dikiri dan 2 dikanan) dan berukuran lebih lebar. Dan 2 pintu penghubung antar kereta
- Didalamnya ksosong tanpa dilengkapi kursi hanya dilengkapi lampu penerangan dan kipas angin
- Warna keretanya bevariasi. Ada yang masih pola warna lama (biru tua), putih (untuk KA Argo/Satwa), kuning (khusus angkutan barang dinas dan KA ekonomi), hijau (khusus KA parcel )
Kereta begasi juga kadang di gunakan untuk angkutan penumpang terutama saat mudik dan balik pada musim lebaran setiap tahun. Kereta ini dijadikan rangkaian tambahan dan dirangkaikan dengan kereta penumpang. Namun bisa juga dioperasikan satu rangkaian penuh sebagai KA lebaran tambahan atau KA komunitas alias KA Sapu Jagat. Saat dirangkaian dengan KA penumpang, kereta begasi ini ditempatkan di belakang lokomotif atau posisi paling belakang. Kereta begasi digunakan untuk mengangkut barang kiriman oleh perusahaan jasa pengiriman barang (ekspedisi).
Kereta Penumpang
Bima juga nama dari tokoh pewayangan yang memiliki karakter tubuh tinggi besar, kokoh kekar, kuat dan pemberani, sejumlah karakter itu sengaja dilekatkan pada KA Bima untuk menggambarkan kehandalan perjalanan dan kualitas pelayanan dalam berbagai cuaca. Bima merupakan KA Eksekutif pertama, KA pertama yang menggunakan gerbong pembangkit, KA pertama yang menggunakan system AC modern, dan KA pertama yang yang beberapa rangkaiannya berupa kereta tidur. Hingga saat ini rekor KA dengan fasilitas tempat tidur, bima memang pernah dirangkai dengan kereta tidur kelas I berjenis SAGW, dan kelas 2 SBGW, ketika ada kereta tidur Bimasempat menjadi KA termewah dan KA unggulan.


Gambar 1.22. Interior Ruang Penumpang Kereta Api

Gambar 1.23.Pemanfaatan Ruangan Terbatas Uuntuk Cafeteria di Kereta Api
Gambar 1.24.Desain khusus untuk tempat duduk kelas eksekutif
Tujuan :
1.Menjelaskan pengertian wallpaper
2.Jenis ragam bahan wallpaper
3.Produk dan harga wallpaper
4.Hal-hal yang harus diperhatikan
5.Pemasangan wallpaper
6.Cara melepas wallpaper
7.Kelebihan wallpaper
8.Perawatan wallpaper
1.Menjelaskan pengertian wallpaper
2.Jenis ragam bahan wallpaper
3.Produk dan harga wallpaper
4.Hal-hal yang harus diperhatikan
5.Pemasangan wallpaper
6.Cara melepas wallpaper
7.Kelebihan wallpaper
8.Perawatan wallpaper
Pembahasan :
1.Menjelaskan pengertian wallpaper
Wallpaper adalah jenis bahan yang digunakan untuk menutupi dan menghias dinding interior rumah, kantor, dan bangunan lainnya yang merupakan salah satu aspek dari dekorasi interior.
1.Menjelaskan pengertian wallpaper
Wallpaper adalah jenis bahan yang digunakan untuk menutupi dan menghias dinding interior rumah, kantor, dan bangunan lainnya yang merupakan salah satu aspek dari dekorasi interior.
2.Jenis ragam bahan wallpaper
RAGAM
1. Paper
2. Heavy duty paper : sifatnya kuat, karateristiknya tebal
3. Fiberglass weaves : terserat di serat fiberglass yang di tenun atau dianyam sehingga menjadi lembar wallpaper pada umumnya. Kelebihannya tahan api, tidak membusuk atau berjamur, tahan lama.
4. Flock : serat wol, menimbilkan bahan bludru pada permukaan wallpaper, kesannya membuat warna merubah-ubah, tergantung pencahayaan, dan pandangan.
5. Vinyl paper : biasanya digunakan untuk ruang tidur, ruang makan, ruang duduk, dan ruang kerja
6. Textile paper : dari kain, memiliki jangkauan warna motif, tekstur dan jenis bahan yang sangat banyak, kainnya halus, pemasangan perlu dialasi.
7.Natural fibers : terbuat dari bahan serat alami
8. Folis : efeknya mengkilap didapat dari foil tau kertas timah
3.Produk dan harga wallpaper
*Untuk ukuran kecil
NO. Harga Ukuran Macam/merk
1 Rp 104.000/roll P = 10M, L = 50CM Art choise
2 Rp 128.222/roll P = 10M, L = 50CM Living
3 Rp 104.000/roll P = 10M, L = 50CM Ion
4 Rp 120.000/roll P = 10M, L = 50CM Citywall
5 Rp 128.000/roll P = 10M, L = 50CM Eifel
NB : spesifikasi berdasarkan ukuran standart
RAGAM
1. Paper
2. Heavy duty paper : sifatnya kuat, karateristiknya tebal
3. Fiberglass weaves : terserat di serat fiberglass yang di tenun atau dianyam sehingga menjadi lembar wallpaper pada umumnya. Kelebihannya tahan api, tidak membusuk atau berjamur, tahan lama.
4. Flock : serat wol, menimbilkan bahan bludru pada permukaan wallpaper, kesannya membuat warna merubah-ubah, tergantung pencahayaan, dan pandangan.
5. Vinyl paper : biasanya digunakan untuk ruang tidur, ruang makan, ruang duduk, dan ruang kerja
6. Textile paper : dari kain, memiliki jangkauan warna motif, tekstur dan jenis bahan yang sangat banyak, kainnya halus, pemasangan perlu dialasi.
7.Natural fibers : terbuat dari bahan serat alami
8. Folis : efeknya mengkilap didapat dari foil tau kertas timah
3.Produk dan harga wallpaper
*Untuk ukuran kecil
NO. Harga Ukuran Macam/merk
1 Rp 104.000/roll P = 10M, L = 50CM Art choise
2 Rp 128.222/roll P = 10M, L = 50CM Living
3 Rp 104.000/roll P = 10M, L = 50CM Ion
4 Rp 120.000/roll P = 10M, L = 50CM Citywall
5 Rp 128.000/roll P = 10M, L = 50CM Eifel
NB : spesifikasi berdasarkan ukuran standart
*Untuk ukuran besar
NO. Harga Ukuran Macam/merk
1 Rp 680.500/roll P = 1.5M, L = 1M BOS
2 Rp 600.000/roll P = 1.5M, L = 1M CALLA
3 Rp 680.000/roll P = 1.5M, L = 1M MIYUN
4 Rp 560.000/roll P = 1.5M, L = 1M PIONIT
5 Rp 600.000/roll P = 1.5M, L = 1M DAON
NB : spesifikasi berdasarkan ukuran “BIG SIZE”
NO. Harga Ukuran Macam/merk
1 Rp 680.500/roll P = 1.5M, L = 1M BOS
2 Rp 600.000/roll P = 1.5M, L = 1M CALLA
3 Rp 680.000/roll P = 1.5M, L = 1M MIYUN
4 Rp 560.000/roll P = 1.5M, L = 1M PIONIT
5 Rp 600.000/roll P = 1.5M, L = 1M DAON
NB : spesifikasi berdasarkan ukuran “BIG SIZE”
4.Hal-hal yang harus diperhatikan
-P ersiapan, maksudnya dinding tidak ada yang retak, tidak berjamur, dll
– Dinding harus sehat
– Ukur dngan akurat
– Menghitung wallpaper
– Trick lem
Quelyd Geatwall Wallpack Melylan
Rp 35.000 Rp 25.000 Rp 30.000 Rp 30.000
-P ersiapan, maksudnya dinding tidak ada yang retak, tidak berjamur, dll
– Dinding harus sehat
– Ukur dngan akurat
– Menghitung wallpaper
– Trick lem
Quelyd Geatwall Wallpack Melylan
Rp 35.000 Rp 25.000 Rp 30.000 Rp 30.000
ANEKA LEM
Wallpack Volume air Wallpaper Luas panjang
125gr 12 L Ringan 70 m²
125gr 10 L Normal 55 m²
125gr 8 L Berat 45 m²
NB : bentuk lem adalah serbuk
Wallpack Volume air Wallpaper Luas panjang
125gr 12 L Ringan 70 m²
125gr 10 L Normal 55 m²
125gr 8 L Berat 45 m²
NB : bentuk lem adalah serbuk
5.Pemasangan wallpaper
a. Setelah larutan lem siap maka oleskan lem tersebut pada permukaan tembok menggunakan roll sampai rata
b.Tempaelkan wallpaper pada posisinya
c. Gosok permukaan luar dengan kain tau kayu lunak dengan tujuan meratakan perekat dan jangan sampai ada udara yang terperangkap dan menggelembung
d. Hati-hati jangan sampai ada lem yang mengotori permukaa luar wallpaper
a. Setelah larutan lem siap maka oleskan lem tersebut pada permukaan tembok menggunakan roll sampai rata
b.Tempaelkan wallpaper pada posisinya
c. Gosok permukaan luar dengan kain tau kayu lunak dengan tujuan meratakan perekat dan jangan sampai ada udara yang terperangkap dan menggelembung
d. Hati-hati jangan sampai ada lem yang mengotori permukaa luar wallpaper
6.Cara melepas wallpaper
a. Basahi wallpaper menggunakn campuran air panas dan cuka dengan perbandingan 1:1, kemudian aduk rata. Celupkan roll ke dalam campuran air cuka, oleskan secara merata pada wallpaper yang akan di lepas, diamkan sampai kering
b. Menggunakan alat semacam streamer yang uapnya dapat melepaskan wallpaper, tapi cara itu ditakutkan bisa merusa dinding
a. Basahi wallpaper menggunakn campuran air panas dan cuka dengan perbandingan 1:1, kemudian aduk rata. Celupkan roll ke dalam campuran air cuka, oleskan secara merata pada wallpaper yang akan di lepas, diamkan sampai kering
b. Menggunakan alat semacam streamer yang uapnya dapat melepaskan wallpaper, tapi cara itu ditakutkan bisa merusa dinding
7.Kelebihan wallpaper
I.
– Tidak mahal
– Tahan lama
– Praktis dan hemat waktu
– Tidak kotor
II.
– Efek sempurna
– Yang tepat
– Menciptakan suasana
– Gaya hdup
I.
– Tidak mahal
– Tahan lama
– Praktis dan hemat waktu
– Tidak kotor
II.
– Efek sempurna
– Yang tepat
– Menciptakan suasana
– Gaya hdup
8.Perawatan wallpaper
1. Kemoceng
2. Steples penyeka noda, ex : canebo
3. Jaruk nipis
4. Air hangat dan sbun khusus
5. Dry cleaning
1. Kemoceng
2. Steples penyeka noda, ex : canebo
3. Jaruk nipis
4. Air hangat dan sbun khusus
5. Dry cleaning
“Finishing” adalah lapisan pailing akhir pada kayu
– Tujuan finishing :
1. Memberikan nilai estetika yang lebih baik pada perabot kayu dan juga berfungsi menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur atau kualitas ketahahan permukaan pada matrial tertentu.
2. Untuk melindungi kayu dari kondisi luar atau benturan dengan barang lain.
1. Memberikan nilai estetika yang lebih baik pada perabot kayu dan juga berfungsi menutupi beberapa kelemahan kayu dalam hal warna, tekstur atau kualitas ketahahan permukaan pada matrial tertentu.
2. Untuk melindungi kayu dari kondisi luar atau benturan dengan barang lain.
– Jenis-jenis finishing dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan jenis matrial :
1. Finishing bahan padat, matrial ini 100% menutupi permukaan kayu dan menyembunyikan tampak aslinya. Fisik bahan ini berupa lembaran atau roll.
2. Macam-macam finishing bahan lembaran : HVL, MELAMIN.Finishing bahan cair, sangat bagus jenisnya dan aplikasinya. Paling populer digunakan pada hampir seluruj jenis furniture kayu.
• Macam-macam finishing bahan cairan : OIL, POLITUR, MELAMIN.
1. Finishing bahan padat, matrial ini 100% menutupi permukaan kayu dan menyembunyikan tampak aslinya. Fisik bahan ini berupa lembaran atau roll.
2. Macam-macam finishing bahan lembaran : HVL, MELAMIN.Finishing bahan cair, sangat bagus jenisnya dan aplikasinya. Paling populer digunakan pada hampir seluruj jenis furniture kayu.
• Macam-macam finishing bahan cairan : OIL, POLITUR, MELAMIN.
– Macam-macam finishing :
1. Dipping(perendaman)
Langkah-langkah : bahan finishing diletakkanpada suatu bejana, kemudian benda kerja dicelupkan kedalam bejana tersebut. Proses ini bertujuan agar seluruh permukaan benda kerja, terutama pada bagian sudut dan tersembunyi bisa dilapisibahan finishing.
2. Wipping(pemolesan dengan kain)
Langkah-langkah : proses ini sebaiknya dipakai sebagai proses awal dasr, walaupun demikian beberapa bahan finishing tertentu hanya bisa diaplikasikan dengan cara ini. Contohnya : POLITUR.
3. Brush(kuas)
Langkah-langkah : cara yang paling murah dan mudah diantara cara yang lai, hanya saja harus hati-hati dalam memilih kuas yang berkualitas. Bahan finishing yang cocok untuk cara ini/ contohnya : CAT, FARNIS, dan PEWARNA.
4. Spray(penyemprotan)
Langkah-langkah : membutuhkan beberapa alat tambahan khusus, tapi tidak terlalu mahal. Alat utama yang diperlukan adalah kompresor untuk membuat tekanan udara dan spray gun yaitu suatu alay untuk menyemprotkan bahan finishing bersma dengan udara bertekanan ke bidang kerja.
5. Shower(curah)
Langkah-langkah : metode ini diimplementasikan pada mesin finishingcurtain(tirai), bahan finishing dicurahkan ke permukaan benda kerja dengan volume dan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan tipis diatas permukaan benda kerja. Cara pengeringannya tergantung bahan finishing yang digunakan oleh pabrik flooring(parket) atau furniture indor lainnya yang memakai papan buatan.
6. Rolling
Prinsipnya roller yang digunakan mengecat tembok namun alat aplikasi yang dimaksud disini adalahsebuah mesin roller yang seluruh permukaannya terbalut dengan bahan finishign cair dan benda kerja atau papan mengalir dibawahnya. Jenis bahan finishing yang digunakan UV lacquer, melamine, NC lacquer.
1. Dipping(perendaman)
Langkah-langkah : bahan finishing diletakkanpada suatu bejana, kemudian benda kerja dicelupkan kedalam bejana tersebut. Proses ini bertujuan agar seluruh permukaan benda kerja, terutama pada bagian sudut dan tersembunyi bisa dilapisibahan finishing.
2. Wipping(pemolesan dengan kain)
Langkah-langkah : proses ini sebaiknya dipakai sebagai proses awal dasr, walaupun demikian beberapa bahan finishing tertentu hanya bisa diaplikasikan dengan cara ini. Contohnya : POLITUR.
3. Brush(kuas)
Langkah-langkah : cara yang paling murah dan mudah diantara cara yang lai, hanya saja harus hati-hati dalam memilih kuas yang berkualitas. Bahan finishing yang cocok untuk cara ini/ contohnya : CAT, FARNIS, dan PEWARNA.
4. Spray(penyemprotan)
Langkah-langkah : membutuhkan beberapa alat tambahan khusus, tapi tidak terlalu mahal. Alat utama yang diperlukan adalah kompresor untuk membuat tekanan udara dan spray gun yaitu suatu alay untuk menyemprotkan bahan finishing bersma dengan udara bertekanan ke bidang kerja.
5. Shower(curah)
Langkah-langkah : metode ini diimplementasikan pada mesin finishingcurtain(tirai), bahan finishing dicurahkan ke permukaan benda kerja dengan volume dan kecepatan tertentu sehingga membentuk lapisan tipis diatas permukaan benda kerja. Cara pengeringannya tergantung bahan finishing yang digunakan oleh pabrik flooring(parket) atau furniture indor lainnya yang memakai papan buatan.
6. Rolling
Prinsipnya roller yang digunakan mengecat tembok namun alat aplikasi yang dimaksud disini adalahsebuah mesin roller yang seluruh permukaannya terbalut dengan bahan finishign cair dan benda kerja atau papan mengalir dibawahnya. Jenis bahan finishing yang digunakan UV lacquer, melamine, NC lacquer.
Tujuan :
1.Pengertian HPL
2.Prosedur pemasangan HPL
3.Project A : Aplikasi HPL menurut pabrikasi
4.Keunggulan dan kekuranagn HPL
5.Tips dalam penggunaan HPL
6.Kegunaan HPL
2.Prosedur pemasangan HPL
3.Project A : Aplikasi HPL menurut pabrikasi
4.Keunggulan dan kekuranagn HPL
5.Tips dalam penggunaan HPL
6.Kegunaan HPL
Pembahasan :
1.Pengertian HPL
Salah satu alternatif bahan finishing yang ramah lingkungan, sebab dalam penggunaanya tidak memerlukan kayi sebagai motif, melainkan tekstur kayu sendiri dibuat denagn teknologi industri modern.
– Macam-macam produk HPL :
•Winston
•Formica
•Arctic
•Toco Hpl, dll
Ukuran HPL dipasaran panjang 2440mm, lebar 1220mm, tebal 0.6mm. harga belum termasuk PPN 10%.
Salah satu alternatif bahan finishing yang ramah lingkungan, sebab dalam penggunaanya tidak memerlukan kayi sebagai motif, melainkan tekstur kayu sendiri dibuat denagn teknologi industri modern.
– Macam-macam produk HPL :
•Winston
•Formica
•Arctic
•Toco Hpl, dll
Ukuran HPL dipasaran panjang 2440mm, lebar 1220mm, tebal 0.6mm. harga belum termasuk PPN 10%.
Spesifikasi ukuran HPL
Jenis Ukuran (m²) Harga/lembar
Textures 1.22 x 2.44 300.000
Premium woodgrains 1.22 x 2.44 220.000
Standarts woodgrains 1.22 x 2.44 165.000
Flicker woodgains 1.22 x 2.44 300.000
Premium solid color 1.22 x 2.44 190.000
Standart solid color 1.22 x 2.44 155.000
Metal lock 1.22 x 2.44 300.000
Textures 1.22 x 2.44 300.000
Premium woodgrains 1.22 x 2.44 220.000
Standarts woodgrains 1.22 x 2.44 165.000
Flicker woodgains 1.22 x 2.44 300.000
Premium solid color 1.22 x 2.44 190.000
Standart solid color 1.22 x 2.44 155.000
Metal lock 1.22 x 2.44 300.000
2.Prosedur pemasangan
*Alat dan bahan :
– Kuas
– Cutter
– Roll meter
– Lem
– HPL
*Langkah-langkah pemasang HPL :
1. Siapkan dan pasang kelenkapn K3 sebelum melaksanakan proses pemasang HPL
2. Menyipakan alat dan bahan
3. Menyiapkan benda kerja yang akan dilapisi dengan HPL
4. Melapisi benda kerja dengan lem kuning secara merata dengan pola vertikal maupun horizontal dan diamkan selama ±5 menit
5. Potong lembaran HPL sesuai ukuran atau dilebihkan
6. Setelah lem mengering, tempelkan HPL pada benda kerja, usahakan dilebihkan ukurannya dimulai dari kedua sudut atas atau bawah dan diurutkan ke arah akhir (usahakan tidak ada udara masuk)
7. Potong kelebihan lembaran HPL pada benda kerja dengan menggunakan cuttr atau potong dengan penggaris siku (yang biasa dipakai tukang yang berbentuk “L”)
8. Berilah sedikit sentukan warna atau edging yang sesuai denagn lembaran HPL dengan menggunakan cat pada pojok sambungan antara lembarab HPL
*Alat dan bahan :
– Kuas
– Cutter
– Roll meter
– Lem
– HPL
*Langkah-langkah pemasang HPL :
1. Siapkan dan pasang kelenkapn K3 sebelum melaksanakan proses pemasang HPL
2. Menyipakan alat dan bahan
3. Menyiapkan benda kerja yang akan dilapisi dengan HPL
4. Melapisi benda kerja dengan lem kuning secara merata dengan pola vertikal maupun horizontal dan diamkan selama ±5 menit
5. Potong lembaran HPL sesuai ukuran atau dilebihkan
6. Setelah lem mengering, tempelkan HPL pada benda kerja, usahakan dilebihkan ukurannya dimulai dari kedua sudut atas atau bawah dan diurutkan ke arah akhir (usahakan tidak ada udara masuk)
7. Potong kelebihan lembaran HPL pada benda kerja dengan menggunakan cuttr atau potong dengan penggaris siku (yang biasa dipakai tukang yang berbentuk “L”)
8. Berilah sedikit sentukan warna atau edging yang sesuai denagn lembaran HPL dengan menggunakan cat pada pojok sambungan antara lembarab HPL
3.Project A
Aplikasi HPL menurut pabrikasi
– Bahan dasar furniture (multiplek, partikel boord, mdf) dibersihkan dengan diamplas
– Bahan dasr tersebut disemprot lem kuning atau contact glue
– HPL yang mau ditempel kebidang tersenut disemprot dengan lem juga
– Rekatkan HPL dengan bidang multiplek atau mdf tadi (rekatkan dengan hati-hati agar tidak ada gelembung udara)
– Setelah HPL dan multiplek atau mdf direkatkan, masukkan bidang tadi kedalam mesin press
– Potong panel tadi sesuai ukuran yang diinginkan denagn mesin potong
– Edging tepi panel dengan mesin edging (edging PVc/HPL)
– Setelah panel jadi bersihkan dnegan pembersih
– Panel siap dipacking untuk dikirim
Aplikasi HPL menurut pabrikasi
– Bahan dasar furniture (multiplek, partikel boord, mdf) dibersihkan dengan diamplas
– Bahan dasr tersebut disemprot lem kuning atau contact glue
– HPL yang mau ditempel kebidang tersenut disemprot dengan lem juga
– Rekatkan HPL dengan bidang multiplek atau mdf tadi (rekatkan dengan hati-hati agar tidak ada gelembung udara)
– Setelah HPL dan multiplek atau mdf direkatkan, masukkan bidang tadi kedalam mesin press
– Potong panel tadi sesuai ukuran yang diinginkan denagn mesin potong
– Edging tepi panel dengan mesin edging (edging PVc/HPL)
– Setelah panel jadi bersihkan dnegan pembersih
– Panel siap dipacking untuk dikirim
4.Keunggulan dan kekuranagn HPL
*Keunggulan HPL :
– Tidak memerluka tukang khusus
– Warna dan motif furniture sama
– Macam-macam jenis motif
– Cocok untuk modern dan minimalis
– Ramah lingkungan
– Lebih cepat selesai
– Lebih praktis
*Kekuranag HPL:
– Tidak semewah cat duco
– Harganya lebih mahal
– Bagian tepi harus terpotong rapi
– Harus difinishing lagi
*Keunggulan HPL :
– Tidak memerluka tukang khusus
– Warna dan motif furniture sama
– Macam-macam jenis motif
– Cocok untuk modern dan minimalis
– Ramah lingkungan
– Lebih cepat selesai
– Lebih praktis
*Kekuranag HPL:
– Tidak semewah cat duco
– Harganya lebih mahal
– Bagian tepi harus terpotong rapi
– Harus difinishing lagi
5.Tips dalam penggunaan HPL
• Gunakan lem dengan daya lekat lebih tinggi
• Gunakan alat potong yang benar-benar tajam
• Gunakan amplas untuk merapukan ujung potongan HPL
• Untuk merapikan ujung HPL tang sudah tertempel pada media, gunakan mesin rooter dengan mata khusus
• Gunakan lem dengan daya lekat lebih tinggi
• Gunakan alat potong yang benar-benar tajam
• Gunakan amplas untuk merapukan ujung potongan HPL
• Untuk merapikan ujung HPL tang sudah tertempel pada media, gunakan mesin rooter dengan mata khusus
6.Kegunaan HPL
a.Untuk interior :
1. Untuk furniture
2. Office sistem, ex : loker, top table, dll
3. Home apps
4. Store fixture, ex : kasta, show case
b.Untuk Arc_ :
1. Untuk toilet partition
2. Colom cover
3. Wall clading
a.Untuk interior :
1. Untuk furniture
2. Office sistem, ex : loker, top table, dll
3. Home apps
4. Store fixture, ex : kasta, show case
b.Untuk Arc_ :
1. Untuk toilet partition
2. Colom cover
3. Wall clading
https://farichaputri1996.wordpress.com/category/teknologi-interior-kapal/





SIP BOSKU........
BalasHapuslohh kok ginii???
BalasHapusup up sundul
BalasHapuslhooooooo.......?
BalasHapusterimakasih ilmunya
BalasHapusTerima kasih, ini dapat menambah wawasan saya tentang pekerjaan interior kapal
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusterimkasih infonya jgn lupa kunjungi blog saya http://akhmadjurdanik27.blogspot.com/
BalasHapussangat bermanfaat, makasih:)
BalasHapussetelah bosan membaca blog anda saya menjadi agak mengerti sekarang,semoga bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat, terimakasih :)
BalasHapushalo babang idaman :)
BalasHapuserima kasih, ini dapat menambah wawasan saya tentang pekerjaan interior kapal :)
BalasHapusmakasih ilmunya
BalasHapusmakasih ilmunya kk
BalasHapusBermanfaat sekali ilmu tentang interior ini
BalasHapusterima kasih, ilmunya sangat menambah wawasan
BalasHapusterimakasih atas ilmu tentang pengetahuan interiornya, bermanfaat sekali
BalasHapusbagus sekali lurd infonya :)
BalasHapusmakasih kak info nya hehehe :D jgn lupa kak mampir di blog ku jga okeh :D veryyunantoik27.blogspot.com
BalasHapusbermanfaat sekali bagi saya
BalasHapusmakasih ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusthank you for your knowledge
BalasHapusgood job coy
BalasHapusthanks gan
BalasHapusterimakasih infonya share trus jika ada pengalaman lain
BalasHapusgunturprasik27.blokspot.com
waw bermanfaat sekali
BalasHapussangat bermanfaat kawan
BalasHapussungguh sangat sangat mendetail kak :)
BalasHapusboleh dong kasih info tentang kapal perintis